Long Time Coming – Chapter 1

Title                 :  Long Time Coming

Rate                 : T

Genre              : Romance, Hurt

Pairing             : WonKyu, KyuHae

Warning          : BL, OOC, typo (es)

Summary          : Kyuhyun selalu terbayang akan memory sang kekasih yang meninggalkannya sekian lama. tidak seharipun ia bisa melupakan kenangan indah mereka. Akankah Kyuhyun menyerah?

CHAPTER 1

Kyuhyun membuka jendela kamarnya lebar-lebar. Cahaya mentari masuk melalui celah dedaunan menyapa sang namja bertubuh kurus itu.  Ia menutup matanya lalu dihirupnya udara segar pagi itu. Dikepalanya berputar memory indah yang tidak akan pernah ia lupakan. Memory dimana setiap pagi, di tempat yang sama di depan jendela ini, sebuah tangan kekar akan memeluknya hangat seraya mengucapkan selamat pagi.

Kyuhyun tersenyum. Delapan tahun lamanya sang kekasih pergi, demi cita-citanya. Dan sekarang masih juga belum kembali. Walau saat itu sangat berat, tapi demi kebahagiaan sang kekasih yang juga menjanjikan kebahagiaan mereka kelak, ia rela melepaskannya pergi, dengan harapan suatu saat sang kekasih akan kembali padanya.

Kyuhyun lalu segera menyiapkan dirinya untuk pergi kerja. Ketika berjalan menuju tempat kerjanya, ia melewati taman kecil. Taman biasa ia dan sang kekasih menghabiskan waktu bersama. Bahkan musim sudah berganti menjadi musim semi yang indah. Berapa banyak musim telah ia lewati sendiri menunggu sang kekasih, namun sang kekasih tak juga datang. Bahkan kabarpun tak ada. Tapi Kyuhyun tetap setia menunggu. Ia yakin, suatu saat sang kekasih akan datang menjemputnya.membawa harapan dan impian.

Begitu tiba di tempat kerjanya ia lagi-lagi tersenyum. Di cafe inilah ia bekerja selama delapan tahun setelah kepergian kekasihnya. Pekerjaan Kyuhyun disana memang double. Siangnya menjadi pelayan, malamnya ia menjadi penyanyi dengan pianonya.

“Kyu.. Memikirkannya lagi?” Tanya namja yang baru saja datang.

Kyuhyun menoleh dan tersenyum pada salah satu sahabatnya itu. “Selamat pagi Minnie.”

Namja tinggi bernama Changmin itu tersenyum. Ditariknya tangan Kyuhyun memasuki café tersebut.

“Kyu, mengapa kau belum juga bisa melupakannya. Belum tentu ia masih mengingatmu. Lihat saja, ia tidak pernah menghubungimu selama delapan tahun. Kekasih macam apa itu?” omel Changmin.

Kyuhyun lagi-lagi tersenyum. “Ia sibuk, Minnie. Kau lihat saja di televisi. Jadwalnya padat sekali. Dan aku mengerti kalau ia tidak sempat menghubungiku. Tapi aku yakin, aku masih selalu ada di hatinya.”

Changmin mencibir. “Susah sekali bicara denganmu kalau sudah menyangkut kekasih bodohmu itu. Untung saja kau yang jadi pacarnya. Kalau aku yang ada di posisimu, akan kubuat ia menyesal seumur hidup.”

Kyuhyun baru akan membalas ketika lelaki lain muncul dari balik pintu masuk.

“Selamat pagi, hyung.” kata Kyuhyun.

Lelaki yang disapa Kyuhyun hanya tersenyum seraya mengangguk lalu masuk ke dalam ruangannya. Lelaki itu bernama Lee Donghae, sang pemilik café.

“Kyu, lebih baik kau bersama Hae Hyung. Dia selalu ada selama ini untukmu, kan? Daripada kau menunggu kekasih tidak jelasmu itu.” lagi-lagi Changmin mengomeli Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam. Donghae memang selalu ada saat dibutuhkan, tapi entah mengapa sulit sekali untuk Kyuhyun membuka hati pada orang lain selain pada kekasihnya.

*

            Pernah dengar kalimat “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina” ? Itulah hal yang sedang dilakukan oleh kekasih Kyuhyun saat ini. Tapi bukan menuntut ilmu, melainkan mengejar cita-cita sampai ke Cina.

Choi Siwon, itulah nama lelaki yang teramat dirindukan Kyuhyun. Kekasih hatinya yang selama tiga tahun telah bersama namun Siwon harus meninggalkan Kyuhyun karena cita-citanya. Saat itu Siwon adalah seorang model biasa di Seoul. Ia tidak juga jadi terkenal seperti apa yang diimpikannya, karena ia selalu menempatkan Kyuhyun diatas segalanya. Baginya, Kyuhyun yang terpenting.

Hingga suatu hari seseorang dari agensi model terbesar di Cina menawarinya bergabung. Dengan catatan ia harus pindah ke Cina dan harus menutupi hubungannya dengan Kyuhyun. Karena para model akan cepat redup karirnya jika diketahui telah memiliki kekasih. Sedangkan orang itu berpendapat bahwa Siwon punya talenta yang besar. Sangat sayang jika disia-siakan.

Awalnya Siwon menolak karena ia tidak mau meninggalkan Kyuhyun. Walaupun ia harus melepaskan mimpinya untuk menjadi aktor terkenal. Tapi Kyuhyun memaksanya pergi, karena ia tahu inilah yang diinginkan Siwon.

Dengan berat hati akhirnya Siwon meninggalkan Kyuhyun dengan janji begitu semuanya bisa diatasi, ia akan kembali dan menjemput Kyuhyun.

Enam bulan pertama adalah masa paling berat yang pernah dilewati Kyuhyun. Ia ingin sekali melihat wajah sang kekasih, tapi apa daya semuanya tak mungkin dengan kesibukan Siwon dan peraturan manajemen barunya.

Siwon dikejutkan dengan jadwal yang padat karena ternyata pasar Cina menerimanya dengan baik. Siwon bahkan tidak bisa pulang ke Seoul walau cuma sehari. Maka ia hanya bisa menghubungi Kyuhyun lewat telepon. Itupun hanya bisa dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Awalnya Siwon menghubungi Kyuhyun setiap hari. Lalu berubah jadi beberapa hari sekali, seminggu sekali, sebulan sekali, hingga akhirnya tidak pernah sama sekali dan itu berlangsung selama tujuh tahun.

Saat itu Kyuhyun amat terpukul. Tapi ia tahu Siwon sangat sibuk. Ia pun yakin Siwon masih selalu mencintainya, sama seperti dirinya. Lagipula Kyuhyun sendiri yang meminta Siwon untuk menerima tawaran dari Cina itu.

Tapi saat ini, Kyuhyun sudah bisa mengatasi segalanya. Ia mulai bisa menerima ketidakhadiran Siwon. Hidup dengan tenang tanpa beban. Menjalani semuanya dengan rasa ikhlas. Ia hanya punya satu keyakinan bahwa suatu hari nanti Siwon akan datang menjemputnya, walaupun ia harus menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menunggu.

*

            Kyuhyun berbelanja di mini market 24 jam terdekat dengan rumahnya sewaktu pulang bekerja. Beberapa kebutuhan sehari-harinya sudah mulai habis. Ia tidak bisa ke pasar karena ia bekerja pagi-pagi dan pulang tengah malam. Dan ia menyukai pekerjaannya lebih dari apapun. Maka ia tidak pernah keberatan jika jam kerjanya lebih dari seharusnya. Dengan kerja kerasnya itu, ia akhirnya diangkat jadi supervisor.

Ketika sedang memilih-milih sayuran, ia melihat poster yang terpampang di dinding. Poster itu berisi iklan  minuman ringan. Seorang lelaki tampan terlihat sedang tersenyum sambil memegang minuman tersebut dalam gambar itu. Kyuhyun meraba poster itu tepat di bagian wajah sang lelaki berada. Siwonnya yang tampan. Kini manjadi begitu terkenal.

“Kyu? Sedang apa kau disini?”

Kyuhyun menoleh dan mendapati Donghae sudah ada di belakangnya. Kyuhyun segera melepaskan tangannya dari poster itu.

“Eh, Donghae hyung. Aku sedang berbelanja. Kebetulan aku..” kata Kyuhyun terbata-bata.

Donghae tersenyum sabar. “Kau tidak perlu gugup begitu. Wajar kalau kau merindukannya. Ayo, kalau kau sudah selesai berbelanja aku akan mengantarmu pulang.”

Kyuhyun mengangguk. Lee Donghae selalu bisa diandalkan. Selalu ada saat Kyuhyun butuh. Selalu siaga menolong jika diperlukan. Tapi ia juga sangat menghargai perasaan Kyuhyun. ia tidak seperti Changmin yang terang-terangan menyuruh Kyuhyun untuk melupakan Siwon. Donghae justru sebaliknya, ia memberikan nasehat pada Kyuhyun tentang Siwon.

“Kalau aku mencintainya, tunggulah ia. Jangan biarkan angin lain menyapamu. Tapi jika kau sudah lelah menanti, berdoalah semoga ia mendapat yang terbaik. Jangan kau sesali yang sudah terjadi. Jangan kau tangisi yang telah berlalu. Masa depanmu masih panjang. Hidup dan kebahagiaanmu ada ditanganmu sendiri. Putuskanlah yang terbaik.” Begitulah Kata-kata Donghae yang selalu diingatnya.

Betapa dewasanya lelaki itu. Kyuhyun tahu bahwa Donghae menyukainya. Tapi Donghae hanya membiarkan Kyuhyun tahu. Ia tidak pernah memaksakan perasaannya. Membiarkan Kyuhyun selalu berada di bawah bayang-bayang Siwon.

Kyuhyun segera menyelesaikan belanjaannya. Ia tidak mau Donghae menunggunya terlalu lama.

“Kau sudah selesai?” Tanya Donghae ketika Kyuhyun keluar dari mini market.

Kyuhyun mengangguk. “Kau tidak beli apa-apa hyung?”

“Aku hanya beli air mineral dan obat sakit kepala. Aku sedang dalam perjalanan pulang tadi waktu sakit kepalaku kumat. Jadi aku memutuskan untuk membeli obat disini. Tak kusangka kau juga disini.” Kata Donghae seraya memijat kepalanya sedikit.

Donghae lalu mengantar Kyuhyun ke rumahnya.

“Kita sudah sampai Kyu. Istirahatlah. Besok malam minggu, kau harus menyanyi. Jangan lupa aku sudah request. Kau harus membawakan lagu itu.” kata Donghae setelah ia menepikan mobilnya.

Kyuhyun tersenyum. “Jangan khawatir hyung. Aku sudah mempelajari liriknya dengan baik. Kau tunggu saja penampilanku besok malam.”

Donghae mengangguk. “Aku pulang dulu. Sampai ketemu besok.”

Kyuhyun lalu melambaikan tangannya. “Hati-hati di jalan hyung. Selamat malam.”

Sepeninggal Donghae, Kyuhyun memasuki rumahnya. Ketika berjalan melintasi ruang tamu, ia menoleh ke sofa hangat di depan rak buku. Kyuhyun sebenarnya lelah, tapi entah mengapa ia tergoda untuk duduk disana sebentar.

Kyuhyun menjatuhkan pantatnya di sofa empuk itu lalu menyandarkan bahunya yang lelah setelah seharian bekerja. Ia menutup matanya. Lalu kembali memori itu datang. Dirasakannya tangan hangat membelai rambutnya, mencium puncak kepalanya dan menggenggam tangannya.

Sentuhan itu, sentuhan yang ia rindukan. Ia masih bisa merasakan semua dengan jelas walaupun ia tidak bisa mendapatkan sentuhan itu secara nyata semenjak delapan tahun lalu.

Kyuhyun membuka matanya lalu memandang pigura besar di dinding yang menampakkan fotonya bersama Siwon. “Apakah kau baik-baik saja hyung? Apa kau masih mengingatku? Senang rasanya melihatmu sukses sekarang. Seluruh daratan Asia mengenal siapa Choi Siwon. Akhirnya kau dapatkan mimpimu.”

Lama sekali ia duduk diam dan menatap foto Siwon. Lalu ia tersadar malam sudah sangat larut. Ia harus segera beristirahat. Kyuhyun lalu bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya ke kamarnya.

*

            Para pengunjung café bertepuk tangan ketika Minho menyebutkan nama Kyuhyun malam itu. Kyuhyun menunduk hormat ke para pengunjung café lalu duduk di balik piano. Jari-jarinya lincah bermain diatas tuts piano.

Na oerowododoe neol saenggakhalddaen

Misoga naui eolgule beonjyeo

Na himdeuleododoe niga haengbokhalddaen

Sarangi nae mam gadeukhi chaewo

 

Oneuldo nan geochin sesangsoke saljiman

Himdeuleodo nungameumyeon ni moseubbun

Ajikgo gwitgae deulryeooneun kkumdeuli

Naui gyeoteseo neol hyanghae gago itjana

 

Nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom

Neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon

Dasi ileoseol geoya

 

Naege sojunghaetdeon gieoksokui haengbokdeul

Himdeun sigan sokeseodo deouk ddaseuhaetdeon

Huimangeun naegen jamdeulji aneun kkum

Kyuhyun menanyikan lagu Hope is a Dream That Never Sleep dengan sempurna. Kembali tepuk tangan riuh memenuhi udara.

“Wahhh.. Kyu, suaramu semakin hari semakin bagus saja. Kalau kau jadi artis, jangan lupa mengajakku juga yah?” kata Minho.

Mendengar kata ‘artis’, raut wajah Kyuhyun jadi sedikit murung. Namun dengan tenang ia membalas.

“Kalau begitu, kubur saja mimpimu. Karena aku tidak ingin jadi artis.”

“Kenapa? Suaramu bagus sekali. Lihat, orang-orang disini menyukaimu. Kau harus jadi penyanyi suatu saat nanti.” Kata Changmin menambahkan.

Kyuhyun menggeleng. “Jadi artis memang menyenangkan. Punya popularitas, uang banyak, dipuja dimana-mana dan mendapatkan perlakuan khusus. Tapi ia akan jadi orang lain. Begitu sibuk, hingga menelantarkan orang-orang terdekatnya. Bahkan mungkin ia tidak punya waktu untuk mengurus diri dan kebahagiannya sendiri karena sibuk membuat penggemarnya bahagia.”

Changmin dan Minho terdiam. Mereka tahu Kyuhyun membicarakan Siwon. Donghae yang sedaritadi menguping pembicaraan mereka segera mencairkan suasana.

“Kalian ini bagaimana? Kyuhyun tidak mau jadi artis karena ia terlalu sayang pada kalian. Kalau ia begitu sibuk, bagaimana ia menghabiskan waktu dengan kalian? Benar kan Kyu?”

Kyuhyun mengangguk. “Tentu saja. Lagipula aku mencintai pekerjaan ini. Bersama kalian disini, bernyanyi untuk pelanggan kita, itu sudah cukup. Ini rumah keduaku. Dan karena ini semua, aku bisa bertahan hidup.”

“Kami sayang padamu Kyu, jangan jadi artis kalau begitu. Supaya kita semua bisa selalu bersama-sama.” Kata Changmin lalu memeluk sahabatnya itu. Minho ikut memeluk Kyuhyun dan Changmin.

Donghae tersenyum melihat para pegawainya itu. Changmin sang barista, Minho sang kasir dan Kyuhyun sang supervisor. Ia menjatuhkan matanya pada tubuh kurus Kyuhyun. lelaki itu sedang tertawa bersama sahabat-sahabatnya. Tapi Donghae tahu hatinya terluka.

‘Tabahlah Kyu, suatu saat kebahagiaan akan datang padamu.’ Kata Donghae dalam hati.

*

tumblr_l7kmkdJNE71qbnykoo1_500

To Be Continued..

78 thoughts on “Long Time Coming – Chapter 1

  1. sedih bgt jadi kyu, tp itu konsekuensi dari sikap kyu yg ngerelain pacarnya ngejar cita2nya. Gimana kisah selanjutnya? Penasaran..

  2. Sungguh malang nasibmu kyu….. jahat banget kekasihmu,,,, masa gak beri kabar sama sekali… pacar macam apa itu…

  3. Kasiannya sih kyu harus ditinggal ama siwon. Ayo dong won cepat kembali kasian tuh kyuhyun nungguin😀

  4. Baru tau n baru baca ff ini… ya ampunnnn telat banget ya.. suka sama alur ceritanya kerennnn…awalnya ku pikir akhir ceritanya di chap 9 ternyata chap 10 dan pake pw… trus aku ubek2 deh cara buat dapet pwnya dan ternyata ada rules nya… baiklah i’ll follow the rules karena penasaran banget sama akhirnyaaaaa daebak deh authornya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s