Those Perfect Men – Chapter 7

Title                 :  Those Perfect Men

Rate                 : T

Genre              : Romance

Cast                 : Siwon, Kyuhyun, Yunho, Donghae, Changmin, Kibum etc.

Warning        : BL, OC, typo (s)

Summary      : Apa yang terjadi kalau kau punya tetangga yang manis namun punya kakak yang dingin dan luar biasa galak? Lalu ketika kau berjuang untuk mendapatkan hati si tetangga, cassanova paling tampan di kampusmu ternyata mengincaranya juga. Keadaan jadi tambah rumit ketika orang yang pernah jadi cinta pertamamu tapi tak bisa kau dapatkan secara tiba-tiba muncul dan mengatakan rahasianya padamu. Dan Siwon harus memilih antara cinta barunya atau cinta pertamanya.

CHAPTER 7

Yunho, Siwon, Donghae dan Changmin duduk di dalam kamar hotel Yunho. Keempatnya masih mencoba menghubungi Kyuhyun tapi lelaki itu tidak mengangkat ponsel Donghae. Ya, ketika Kyuhyun menerima telepon dari Yunho menggunakan ponsel Donghae, ia meninggalkan ponselnya di jok mobil.

Donghae hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi dengannya dalam 24 jam ini. Setelah ia kehilangan waktu tidurnya, sekarang ia kehilangan ponselnya. Poor Hae.

Yunho sudah menceritakan alasan mengapa Kyuhyun melarikan diri saat ini pada Siwon dan Donghae. Keduanya kini paham, mengapa Kyuhyun jadi semarah itu. Siapa yang tidak akan marah jika kakaknya dikhianati?

“Yang tidak kumengerti ialah, kenapa Kyuhyun masih marah padaku setelah sekian lama? Hal ini sudah terjadi 5 tahun silam. Aku dan Yunho sudah saling memaafkan. Kini kami bertemu lagi karena urusan bisnis, tidak lebih.” Kata Changmin.

Yunho mengangguk. “Ya, waktu itu kami hanya remaja. Pacaran lalu putus itu hal biasa. Tapi aku tidak menyangka Kyu akan marah seperti ini.”

Wajah Yunho terlihat frustasi. Bagaimana tidak, ia berkali-kali menghubungi adiknya tapi tetap tidak ada tanggapan. Ia juga berulang kali menulis pesan tapi tetap tidak ada respon. Ia khawatir, bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan Kyuhyun? Kyuhyun tidak hapal jalanan di Beijing, ia juga – menurut Donghae- belum makan sama sekali. Mereka berempat sudah mencari Kyu kemana-mana tapi belum juga ada hasil.

“Ayo cari Kyuhyun lagi.” Kata Yunho. Lalu ia melanjutkan. “Kali ini kita bagi dua kelompok.  Yang jelas, aku dan Siwon tidak bisa sekelompok karena kamilah yang paling mengenal Beijing dibandingkan kalian berdua.”

“Itu mudah. Kau bersama Changmin, aku dengan Siwon.” Kata Donghae.

Tapi Siwon tidak setuju. “Menurutku lebih baik kau bersama Yuhno, Hae. Sedangkan aku akan pergi dengan Changmin.”

“Kenapa begitu? Kau tidak mau semobil denganku? Apa kau pikir Changmin lebih menarik dariku ya?” kata Donghae kesal karena Siwon terkesan menolaknya.

“Bukan begitu. Handphonemu ada pada Kyu, dan handphone Kyu ada padamu. Bisa jadi ia menghubungimu. Kalau kau pergi dengan Yunho, ia akan bisa langsung menemui Kyu kalau-kalau Kyu minta bertemu denganmu, mengingat Yunho yang paling khawatir saat ini. Ingat, saat ini kau memegang ponselnya. Bisa juga Kyu ingin mengembalikan ponselmu.” Siwon menjelaskan panjang lebar.

Lalu ia melanjutkan. “Selain itu, tidak baik jika ternyata Yunho yang menemukan Kyuhyun duluan tapi ia bersama Changmin. Bisa-bisa Kyuhyun kabur lagi. Kau mau terjadi seperti itu?”

“Siwon benar, seperti itu saja pembagiannya. Aku akan pergi dengan Siwon lalu kau dengan Yunho. Kita bertemu lagi di lobi hotel jam 8 malam. Bagaimana?” kata Changmin.

“Baiklah. Ingat, tetap saling memberi kabar. Dan jangan dulu menghubungi polisi, aku tidak mau orang tuaku sampai tahu. Dan lagi Kyuhyun akan ketakutan kalau sampai ia dicari polisi. Mengerti? Ayo Hae.” Setelah menjelaskan Yunho langsung berjalan keluar.

Donghae hanya bisa mengikuti Yunho dengan pasrah. Biasanya ia suka bepergian dengan Yunho. mereka berdua kan akrab belakangan ini. Tapi untuk hari ini ia tidak berani pergi dengan Yunho, ia takut kalau Yunho frustasi, lelaki dingin itu akan mematahkan tulang-tulang Donghae. Mengingat Donghae-lah pengasuh Kyuhyun yang resmi sejak Yunho di Cina.

‘Lindungilah aku Tuhan.’ Batin Donghae lalu menghela nafas panjang dan mengikuti Yunho dari belakang.

*

            Kyuhyun membuka matanya. Sinar yang cukup menyilaukan memaksa masuk ke matanya membuat ia harus membiasakan matanya agar beradaptasi dengan cahaya disekitarnya.

‘Dimana ini?’ pikir Kyuhyun. Ia mencoba melihat ke sekeliling. Ternyata ia ada dalam sebuah kamar yang cukup mewah dan nyaman. Dicobanya mengangkat kepalanya,walaupun masih terasa berat, ia mencoba duduk dan menyandarkan punggungnya pada sandaran tempat tidur.

Lalu pintu kamar itu terbuka dan masuklah seorang namja tampan dengan senyumannya yang membuat Kyuhyun terpana sesaat. Namja itu memegang nampan di tangannya. Sepertinya berisi mangkuk dan segelas air putih.

“Hai, kau sudah bangun rupanya.” Kata namja itu pada Kyuhyun.

“Eh? Kau.. Orang Korea juga?”Tanya Kyuhyun karena namja itu bicara padanya dengan bahasa tanah airnya.

“Tentu saja. Aku adalah orang Korea yang sudah tinggal di Beijing sejak beberapa tahun lalu. Ini, makanlah dulu lalu. Kau terlihat pucat dan lemah.” Kata namja itu lagi.

Kyuhyun memandang bubur di tangan namja itu. ingin sekali ia memakannya, mengingat perutnya sudah keroncongan karena belum diisi sejak semalam. Tapi ia baru saja mengenal namja itu, bagaimana ia bisa percaya?

Namja itu tersenyum lagi. “Jangan takut, aku tidak meracunimu. Mana mungkin aku tega meracuni teman senegaraku sendiri?”

Kecurigaan Kyuhyun langsung terbang keluar jendela. Ia lalu menerima mangkuk itu dan menyantap isinya dengan lahap.

“Kita belum berkenlan. Namaku Kim Kibum. Kau.. Lee Donghae kan?” kata namja yang ternyata bernama Kibum itu.

“Kenapa kau memanggilku Lee Donghae? Namaku Cho Kyuhyun.” kata Kyuhyun menjelaskan.

“Oh begitu, berarti Donghae adalah nama namjachingumu ya?” tebak Kibum.

Kyuhyun menggeleng. “Dia teman kakakku. Tapi memang dia sedang mendekatiku. Waeyo? Kau tahu darimana tentang Donghae hyung?”

Kibum lalu mengeluarkan sebuah ponsel dari dalam saku celananya. “Ini, aku menemukannya di sekitar tempatmu pingsan tadi. Wallpapernya jelas wajahmu, tapi nama yang tertera adalah Lee Donghae. Makanya aku mengira Donghae adalah namamu. Kalau memang benar, berarti aku beruntung sekali.” Kata Kibum.

“Ponsel kami tertukar. Dan mengenai wallpapernya, aku tak bisa menjelaskan banyak karena Donghae hyung memang tengah mendekatiku. Tapi aku tidak menyangka ia punya fotoku. Bahkan foto yang jadi wallpapernya sekarang adalah foto yang menjadi wallpaperku di ponselku. Tapi, kenapa kau bilang beruntung?” Tanya Kyuhyun. ia sudah menghabiskan makanannya dan kini beralih ke gelas yang berisi air putih. Sekali tenggak, isi gelas itu langsung habis.

“Aku dulu pernah kenal dengan orang yang bernama Lee Donghae. Tapi sepertinya bukan Lee Donghae yang sama dengan punyamu. Bukankah itu adalah nama yang umum? Jadi tidak usah dipikirkan.” Kata Kibum.

Kyuhyun hanya mengangguk-angguk saja. “Terima kasih sudah membantuku, Kibum-ssi. Aku tak tahu bagaimana jadinya kalau tidak ada kau. Aku tidak hapal jalan-jalan disini.”

Kibum tersenyum. “Sudah jadi tugas kita untuk menolong sesama kan? Kalau kau tidak keberatan, maukah kau menceritakan padaku kenapa kau bisa pingsan di jalan? Lalu dalam rangka apa kau ada di Beijing? Apa kau berlibur lalu terpisah dari rombonganmu?”

“Anio, aku kemari dengan teman-teman kakakku. Mereka menemaniku kemari karena aku mau menemui kakakku. Ia melakukan perjalanan bisnis. Aku khawatir karena ia tidak bisa dihubungi sejak kemarin jadi aku memutuskan untuk menyusulnya kemari. Tapi ketika aku bertemu dengan kakakku, ia justru sedang berduaan dengan mantan kekasihnya yang dulu pernah mencampakkannya dan menyakitiku juga. Pokoknya aku benci sekali melihat mereka berdua.” Jelas Kyuhyun dengan mata berapi-apai. Entah mengapa ia ingin menangis lagi.

“Sudahlah, Kyu. Tenangkan dirimu. Mungkin mereka tidak sengaja bertemu. Kenapa kau tidak menanyakan dulu pada kakakmu tentang kejadian sebenarnya? Kalau sudah seperti ini kau membuat mereka semua khawatir.” Kata Kibum mencoba menenangkan Kyuhyun.

“Aku benci sekali pada Changmin. Aku tidak suka ia dekat-dekat hyungku. Yunho hyung hanya milikku seorang, aku tidak rela membaginya dengan siapapun. Apalagi dengan namja bodoh bernama Changmin itu.” kata Kyuhyun. Airmatanya sudah bersiap-siap keluar dari matanya.

“Omo, rupanya kau ini brother complex dengan hyungmu ya? Kau benar-benar menyayanginya. Bukankah lebih baik kau meminta penjelasan? Dengan begitu kau akan merasa lebih lega.” Kata Kibum.

Mendengar kata “Brother Complex” membuat Kyuhyun berpikir. Benarkah ia mencintai kakaknya? Tidak! Itu tidak mungkin. Ia memang menyayangi Yunho diatas segalanya. Ia juga tidak suka hyungnya itu dekat-dekat dengan orang lain. Tapi bukan karena suka, tapi ia tidak mau kejadian yang sama akan kembali menyakiti hati hyungnya. Ia paling tidak bisa melihat hyungnya itu bersedih.

“Brother complex.. Itu.. Aku..” kata Kyuhyun terbata-bata.

Kibum menyeringai melihat raut wajah Kyuhyun yang kebingungan. “jangan bilang kau mencintai hyungmu sendiri, Kyu.”

Kyuhyun menunduk dalam-dalam. Ia mencoba mencerna perasaannya pada Yunho. mencoba mencari apa yang sesungguhnya terjadi antara ia dengan kakak kandungnya sendiri. Tapi semakin ia coba, semakin buram segalanya.

“Aku tidak tahu..”

“Sudahlah, jangan pikirkan kata-kataku. Beristirahatlah. Kau pasti lelah. Kalau ada apa-apa, aku ada di luar.” Kata Kibum lalu meninggalkan Kyuhyun yang masih termangu di tempatnya.

*

            Siwon dan Changmin menyusuri gang-gang tempat Kyuhyun melarikan diri pagi tadi. Tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Kyuhyun disana. Ia juga sudah menanyakan pada beberapa orang, maklum bahasa mandarin Siwon memang bagus, tapi tak ada seorangpun yang melihat Kyuhyun.

Ia sudah hampir putus asa ketika dilihatnya sesuatu yang amat ia kenal tak jauh dari tempatnya berdiri. Dengan segera ia menghampiri benda itu dan memegangnya lalu mengamatinya baik-baik. Kemudian ia tersenyum senang. Benda itu adalah potongan gantungan kunci ransel Kyuhyun.

Siwon kemudian memutuskan bertanya pada seorang bapak penjual guci di dekat sana. Dengan bahasa mandarin yang sangat fasih, ia bertanya.

“Permisi, apa bapak melihat orang ini di sekitar sini pagi tadi?” Tanya Siwon seraya menunjukkan foto Kyuhyun yang ada di ponselnya.

“Ah ya, aku tidak mungkin lupa. Ia tadi ada di depan sana. Pingsan. Tapi seorang pemuda menolongnya” kata bapak itu.

“Apakah bapak tahu ia dibawa kemana?” Kini Changmin yang bertanya.

Lelaki tua itu menggeleng.

Siwon dan Changmin lalu pamit pada bapak itu dan meneruskan perjalanan mereka. Tadinya mereka sudah senang karena dapat petunjuk, tapi harapan mereka langsung musnah mengetahui Kyuhyun dibawa pergi entah kemana.

“Permisi, kalian mencari lai-laki yang pingsan tadi ya?” Tanya seorang anak kecil. Umurnya kira-kira sekitar 12 tahun. Pakaiannya lusuh. Tapi ia terlihat rapi walaupun agak kumal.

“Eh, bagaimana kau tahu? Jangan-jangan kau mencuri dengar ya tadi?” Tanya Changmin curiga.

“Kalian mau tahu tidak? Aku akan memberitahukan kalian kalau kalian mau memberiku uang.” Kata gadis itu tanpa memperdulikan kata-kata Changmin barusan.

Tanpa banyak Tanya Siwon segera mengeluarkan dua lembar uang dari dompetnya dan memberikannya pada gadis itu.

“Sekarang beritahu padaku, mereka ada dimana.”

Gadis itu tersenyum. “Itu mudah, penolongnya adalah pria tampan yang sering lewat di jalan depan sana. Tak jarang ia memberiku uang juga. Tenang saja, teman kalian ada di tangan yang aman. Ayo ikut aku, akan kutunjukkan rumahnya.”

Lalu gadis itu berjalan duluan. Siwon dan Changmin mengekor dari belakang. Gadis kecil itu membawa mereka ke rumah kayu berpelitur indah di sudut jalan.

“Ini rumahnya. Kalian masuk saja, pasti akan bertemu teman kalian.” Kata gadis itu.

“Kau tidak menipu kami kan?” Tanya Changmin yang lagi-lagi curiga.

“Tentu saja tidak. Penampilanku boleh mencurigakan, tapi selain uang, aku tidak tertarik dengan hal lainnya. Apalagi berbohong.” Kata gadis itu lagi. Lalu membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Siwon dan Changmin.

Keduanya lalu memberanikan diri memasuki halaman rumah kecil dan asri itu. Walaupun kecil, tapi arsitektur bagunannya sungguh indah. Menandakan pemiliknya memiliki cita rasa yang tinggi. Changmin lalu memencet bel rumah itu. Setelah memencet bel sekitar tiga kali, barulah ada seseorang yang membuka pintu itu.

Tampaklah seorang ibu paruh baya yang langsung memberi hormat pada keduanya.

“Maaf, kami mencari teman kami. Menurut orang-orang dijalan tadi, teman kami dibawa kemari oleh seseorang yang tinggal disini.” Kata Chagmin dengan sopan pada wanita itu.

“Ya benar. Teman kalian ada disini. Tadi tuan muda yang membawanya kemari. masuklah dulu, aku akan memanggil tuan muda kemari.” kata wanita itu.

“Changmin-ssi, aku akan menelepon Yunho dulu di luar. Kita harus segera memberi kabar padanya kalau Kyuhyun sudah ditemukan.” Kata Siwon.

Changmin lalu mengangguk dan membiarkan Siwon menelepon di luar sementara ia menunggu si pemilik rumah datang. Tak berapa lama, muncullah seorang pria yang diduga kuat sebagai ‘tuan muda’ dari wanita tua tadi.

Pria itu tersenyum dan membuat Changmin tercengang. Ya ampun, pria ini tampan sekali, pikirnya. Senyum pria itu mampu membuat Changmin lumpuh sesaat.

“Anneyong, cho nun Kim Kibum imnida. Panggil saja aku Kibum.” Kata pria itu.

“Hah? Kau orang Korea?” Tanya Changmin.

Kibum mengangguk. “Benar, aku orang Korea tapi sudah tinggal di sini sejak beberapa tahun lalu.” Ia sudah dua kali menjelaskan hal ini dalam sehari. Pertama pada Kyuhyun, kedua pada lelaki di depannya itu.

Changmin mengangguk. “Kata gadis yang kutemui tadi, kau menyelamatkan Kyuhyun. bisakah aku bertemu dengannya? Sebentar lagi kakaknya akan menyusul kemari. Oh ya, aku Changmin.”

Changmin? Ah.. rupanya ini dia biang keroknya, pikir Kibum. Pria inilah yang membuat Kyuhyun cemburu setengah mati.

“Kyuhyun sedang tidur diatas. Ia sudah makan tadi. Tapi ia tampak sangat lelah. Jadi, bagaimana kalau kalian membiarkannya tidur dulu? Setelah ia bangun, kalian bisa pergi. Kalian boleh menunggunya disini.” Kata Kibum.

“Eh? Sungguh? Tidak apa-apa? Nanti kami merepotkan.” Kata Changmin. Ia mau saja menunggu tapi tak mau merepotkan orang yang sudah berbaik hati mau menolong Kyuhyun itu.

Kibum tertawa. “Tidak, aku tidak keberatan sama sekali. Lagipula aku senang kalian juga dari Korea. Jadi kita bisa berbincang-bincang dulu mengenai Seoul yang amat kurindukan.”

Changmin mengangguk. Lalu Siwon masuk dan berbicara pada Changmin. “Changmin-ssi, aku sudah menelepon Yunho. Ia langsung menuju kemari. Kita tunggu saja dia disini.”

“Siwon-ssi, kenalkan, ini pemilik rumah yang juga sudah menolong Kyuhyun. Kim Kibum.” Kata Changmin memperkenalkan Siwon pada lelaki di depannya itu.

Baik Siwon maupun Kibum terpana ketika saling bertatapan.

“Kibummie..” kata Siwon pelan.

Jantungnya berdebar kencang. Hatinya menghangat seketika. Wajah itu, wajah yang selama ini ia rindukan. Wajah cinta pertamanya yang hilang, kini berdiri tepat di hadapannya.

*

sibum

To Be Continued..

106 thoughts on “Those Perfect Men – Chapter 7

  1. akhirnya kyu ditemukan, lega banget., tapi siapa itu kibummie? jangan bilang siwon mencintai bummie? andwee

  2. kibum cinta pertamanya siwon??
    omooo kyunnie gimana dong 😦

    izin baca chap selanjutnya ne ^^

  3. finally… akhirnya kyuhyun sudah ditemukan lege dehhh rasanya… 😀
    dan baik baik aja
    what? ada kibumiiiiieee…??
    aduhhh gimna ini gimna
    kyuhyun nanti gimna nasibnyaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s