Those Perfect Men – Chapter 6

Title                 :  Those Perfect Men

Rate                 : T

Genre              : Romance, Comedy

Cast                 : Siwon, Kyuhyun, Yunho, Donghae, Changmin, etc.

Warning          : BL, OC, typo (s)

Summary         : Apa yang terjadi kalau kau punya tetangga yang manis namun punya kakak yang dingin dan luar biasa galak? Lalu ketika kau berjuang untuk mendapatkan hati si tetangga, cassanova paling tampan di kampusmu ternyata mengincaranya juga. Keadaan jadi tambah rumit ketika orang yang pernah jadi cinta pertamamu tapi tak bisa kau dapatkan secara tiba-tiba muncul dan mengatakan rahasianya padamu. Dan Siwon harus memilih antara cinta barunya atau cinta pertamanya.

CHAPTER 6

“Cinaaaaaa…..!!!” Jerit Kyuhyun ketika ia bersama Siwon dan Donghae tiba di Cina. Sepanjang malam ia tidak bisa tidur di pesawat, ia terus-terusan gelisah sekaligus senang karena akan bertemu hyungnya.

Siwon dan Donghae akhirnya juga tidak tidur. Bagaimana bisa kalau Kyuhyun terus menerus merongrong mereka dengan pertanyaan-pertanyaan seputar Yunho. Dan Kyuhyun sepertinya tidak menyadari kalau dua pengawalnya saat itu sedang ngantuk berat, terutama Donghae yang sejak siang menemani Kyuhyun.

Mereka lalu naik mobil yang disediakan oleh Siwon, menuju ke hotel yang letaknya di pusat kota. Memang usaha orang tua Siwon juga ada di Cina, oleh karena itu, tidak sulit untuknya mencari kendaraan ataupun hotel. Semuanya langsung diurus oleh anak buahnya.

“Siwon-ssi, bisakah kau meladeni Kyuhyun dulu? Aku mau tidur sebentar saja, aku lelah sekali karena menjaganya seharian kemarin.” Bisik Donghae sebelum Siwon memasuki mobil.

Siwon mengangguk. Walaupun mengantuk, ia justru senang sekali Donghae memberinya kesempatan untuk berduaan dengan Kyuhyun.

“Tentu saja, kau istirahatlah dulu.” Kata Siwon dengan senyum manisnya yang berlebihan.

Donghae memutar bola matanya. “Tentunya kau senang karena aku memberimu kesempatankan? Untung saja aku lelah, kalau tidak mana mau aku berbagi denganmu.”

Siwon tertawa kecil. “Kau baik sekali, Hae. Andai saja..”

“Apa? Andai saja aku masih menyukaimu begitu? Kan sudah kukatakan, aku menyukai Kyuhyun sekarang. Kalau kau menyesal, itu salahmu sendiri. Siapa suruh dulu menolakku? Aku sudah tidak menyukaimu lagi, Siwon. Terimalah kenyataan itu.” balas Donghae cuek.

Siwon menepuk keningnya. Ia baru akan protes namun Donghae sudah masuk ke mobil lalu mengambil posisi nyaman dan menutup matanya. Siwon gemas sekali ingin memukul kepala namja tolol itu. Tadi maksudnya “Seandainya kau bukan rivalku, mungkin kita sudah berteman baik.” Tapi dengan sukses diartikan dengan salah oleh Donghae.

“Hyunngg, mau sampai kapan kau diluar? Aku mau cepat-cepat bertemu Yunho hyung. Masuklah cepat.” Kata Kyuhyun tidak sabaran dari dalam mobil.

“Ara.. ayo kita berangkat.” Kata Siwon yang langsung menaiki mobil.

Selama perjalanan Siwon dan Kyuhyun banyak bercerita, tapi anehnya kini Kyuhyun yang mendengarkan cerita Siwon. Siwon menceritakan pengalamannya dari masa-masa Siwon sekolah hingga kuliah. Kyuhyun mendengarkan dengan baik, sesekali memberi komentar pedas, maklum evilnya tidak bisa ditahan.

Sementara Donghae dengan nyamannya sudah tidur di jok paling belakang. Namun ditengah-tengah tidur nyamannya, ia terganggu dengan suara ponselnya sendiri. Awalnya Donghae tidak memperdulikannya, ia ingin terus tidur. Tapi tampaknya si penelepon tidak mau tahu dan terus-menerus menelepon Donghae.

Dengan kesal Donghae merogoh kantong jaketnya dan mengambil ponselnya. Dengan ogah-ogahan ia menatap layar ponselnya. Namun begitu melihat nama yang tertera di layar, ia langsung terkesiap. Matanya melotot. Katuknya hilang seketika. Si penelepon adalah Yunho. Donghae segera menjawab telepon itu.

“Yeoboseyo. Yunho-ssi, kau dimana?” Tanya Donghae dengan suara manisnya yang khas.

“YA!!! Kenapa kau baru mengangkat teleponmu? Aku juga menghubungimu semalaman tapi ponselmu tidak aktif. Kau apakan Kyuhyun? Kenapa ia juga tidak bisa dihubungi?” kata Yunho diseberang. Teriakannya membuat Donghae sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya.

“Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Kau darimana saja? Kami berdua mencoba manghubungimu kemarin, tapi ponselmu tidak aktif.” Kata Donghae menjelaskan. Ingin sekali ia berbalik marah pada Yunho yang dengan kasar memarahinya. Tapi ia masih sayang dengan nyawanya.

“Apakah itu Yunho hyung? Hyuuunnnggggg kau dimana????” Kyuhyun berteriak di telinga Donghae. Ia hampir saja terjungkal kebelakang ketika mobil mengerem, untuk Siwon dengan sigap menahannya.

Donghae segera memberikan ponselnya pada Kyuhyun. Ia lalu mengusap telinganya yang hampir tuli. Tadi Yunho berteriak di telinga kanannya,  lalu Kyuhyun di telinga kirinya.

Kyuhyun lalu berbicara dengan Yunho. “Hyung, kenapa kau tega sekali meninggalkanku? Aku kemarin mencoba menghubungimu berulang-ulang, tapi ponselmu terus-terusan tidak aktif.”

“Mian Kyu, hyung kemarin sibuk sekali. Ada beberapa klien yang harus ditremui. Belum lagi rapat-rapat panjang yang melelahkan. Hyung jadi tidak sadar kalau ponsel hyung mati kehabisan baterai. Maafkan hyung, ne?” kata Yunho lembut diseberang sana.

Mendengar suara hyungnya yang ia rindukan di seberang sana membuat hati Kyuhyun menghangat. “Hyunngg, aku ingin bertemu denganmu. Kau ada dimana?”

“Hyung ada di jalan, Kyu. Baru saja selesai meeting. Besok hyung pulang. Bersabarlah.” Kata Yunho menenangkan adiknya.

“Tidak mau! Pokoknya aku ingin bertemu hyung sekarang! Hyung tau, karena merindukanmu, aku ada di Cina sekarang. Jadi, cepat katakan hyung ada dimana.” Kata Kyuhyun. Mulai lagi keras kepalanya.

“MWO??? Kau ada disini? Di Cina? Tapi kau bersama Donghae kan? Mana dia? Berani sekali ia membawamu kesini, kalau kalian hilang bagaimana? Cepat berikan teleponnya pada Hae, hyung mau bicara dengannya.” Kata Yunho. Ia terdengar marah.

Tapi tiba-tiba Kyuhyun terpelanting kedepan. Kepalanya terantuk jok depan.

“Ya, ahjussi! Bisakah kau mengemudi pelan-pelan?” teriak Kyuhyun marah.

“Maafkan aku, tuan muda. Lampu lalu lintas tiba-tiba menjadi merah. Hampir saja aku melanggar. Maafkan aku.” Kata sang supir dengan hormat.

Siwonlah orang yang akhirnya meminta maaf juga dengan supir itu, karena Kyuhyun marah-marah padanya.

“Yunho hyung?” kata Kyuhyun seraya memandang lurus kedepan.

“Kau masih bicara dengannya di telepon kan, Kyu?” Tanya Siwon.

Tanpa memperdulikan pertanyaan Siwon, Kyuhyun turun dari mobil. Ia tidak memperdulikan teriakan Donghae dan Siwon yang memintanya untuk kembali ke mobil. Ia teru berjalan ke depan. Matanya menatap dua lelaki yang akan menyebrang di zebra cross.

“Yunho hyung..” kata Kyuhyun lagi.

Tak sampai dua meter dari tempatnya berdiri, ia melihat Yunho dengan seorang lelaki bertubuh tinggi dan tegap. Kyuhyun kenal lelaki itu, namanya Changmin. Yunho terlihat masih memegang ponsel dan menempelkan ponsel itu ke telinganya.

“Hyung, kau..” kata Kyuhyun. Yunho lalu menyadari kalau Kyuhyun ada di dekatnya.

“Kyu? Kaukah itu? Omo, mengapa kau menyusul kemari?” Tanya Yunho lalu hendak berjalan mendekati adiknya. Namun, baru satu langkah ia ambil, Kyuhyun langsung mundur dua langkah.

“Jadi hyung sibuk seharian kemarin bersama dia?” tunjuk Kyuhyun marah. Wajahnya memerah.

“Kyu, kemarin ponsel hyung..”

“Dan hyung bilang hyung sedang meeting dengan klien padahal hyung sedang berduaan dengannya! Aku benci hyung…!” kata Kyuhyun lalu dengan kecepatan tinggi ia berlari ke seberang jalan. Tepat setelah Kyuhyun sampai di seberang, lampu lalu lintas sudah berubah menjadi hijau dan mobil-mobil sudah bergerak kembali.

“KYUUUU…!!!” Teriak Yunho. Ia mencoba berlari ke sebelah tapi mobil-mobil tidak memberinya jalan. Sedangkan Kyuhyun tidak perduli, ia terus lari tanpa memperdulikan panggilan hyungnya.

Siwon dan Donghae segera keluar dari mobil dan menghampiri Yunho. Mobil Siwon yang masih berhenti di tengah segera mendapat cacian dari para pengemudi di belakangnya karena ia tak kunjung jalan. Sang supir lalu meminggirkan mobilnya.

“Kita harus mengejarnya.” Kata Donghae.

Ketakutan luar biasa muncul di raut wajah Yunho. Ia masih mencoba menyebrang tapi lagi-lagi tidak bisa. Ketika lampu kembali menjadi merah, Yunho segera berlari ke seberang bersama Donghae dan Siwon. Tapi terlambat, Kyuhyun sudah hilang ditelan kerumunan orang dan padatnya Beijing pagi itu.

*

            Kyuhyun akhirnya berhenti berlari setelah sesak di dadanya menjadi-jadi. Tadinya ia berlari sambil menangis, jadi ia tak tahu sekarang ia ada dimana. Beijing sangat asing baginya, belum lagi bahasa mandarinnya tidak sefasih Yunho.

Memikirkan Yunho membuat Kyuhyun menangis lagi. Ia marah sekali pada hyungnya itu yang dengan tega membohonginya. Dan ia benci sekali pada Changmin. ‘Kenapa ia ada disini bersama Yunho hyung?’

Yunho dan Changmin adalah sahabat sejak duduk di bangku junior high school. Karena mereka dekat sekali, maka Changmin sering datang ke rumah Yunho. Awalnya Kyuhyun tidak keberatan dengan adanya Changmin, apalagi orang tua mereka saat itu sedang bekerja sama membangun sebuah hotel di Inggris.

Tapi lama kelamaan ada yang berbeda. Changmin ternyata menyukai Yunho dan memblokir semua akses Kyuhyun ke Yunho. Karena kalau ada Kyuhyun, Yunho selalu lebih mengutamakan adiknya itu daripada Changmin.

Changmin mulai memonopoli Yunho. mengambil semua waktunya. Mengalihkan semua perhatian Yunho, agar Yunho tidak selalu bersama Kyuhyun. Yunho pun lebih banyak menghabiskan waktu dengan Changmin daripada dengan Kyuhyun.

Tidak sampai disitu, Changmin juga beberapa kali menjebak Kyuhyun agar terlihat sebagai adik pengganggu di mata Yunho. Bahkan ia pernah menipu Kyuhyun hingga Kyuhyun tersesat. Padahal saat itu Kyuhyun sedang menyusul Yunho dan Changmin.

Karena marah ditipu oleh Changmin, Kyuhyun langsung memukul Changmin dan mencakar namja tinggi itu. ketika Yunho datang, posisi Changmin ada di pihak yang diserang, otomatis Yunho menolong Changmin dan memarahi adiknya. Walaupun Kyuhyun sudah berusaha menjelaskan kejadian sebenarnya, tapi ternyata mulut Changmin lebih manis. Maka Yunho lebih percaya pada sahabatnya daripada adiknya sendiri.

Ini membuat Kyuhyun sedih dan sering menangis. Sejak saat itu ia membiarkan Yunho dekat dengan Changmin walaupun ia sedih sekali. Lebih sedih lagi ketika ia tahu Yunho diam-diam telah pacaran dengan Changmin tapi tidak memberitahunya.

Ingin sekali Kyuhyun mencakar-cakar wajah Changmin dan menyiramnya dengan air jeruk. Ketika Yunho dan Changmin putus, Kyuhyun mencoba mencari Changmin dan meminta Changmin kembali pada kakaknya. Karena Yunho terlihat sedih sekali saat itu. kyuhyun sebenarnya senang akhirnya Changmin dan Yunho putus, tapi ia tidak tega melihat kesedihan Yunho saat itu.

Namun ketika datang ke rumah Changmin, ia disuguhkan atraksi yang luar biasa menyulut api kemarahannya. Changmin sedang bermesraan dengan namja lain. Ketika Kyuhyun menghardik Changmin, dengan kasarnya Changmin mengusir Kyuhun dan mengatakan kalau ia bosan pada Yunho.

Itulah mengapa ia sangat membenci Changmin. Tidak ada orang lain yang paling ia benci di dunia ini selain namja brengsek itu. Setelah kejadian itu, Kyuhyun langsung memandang tembok tinggi yang menghalangi Yunho dari orang lain. Ia tidak ingin kakaknya sakit hati lagi, disamping itu ia tidak ingin kehilangan Yunho lagi seperti yang ia rasakan ketika Yunho dan Changmin masih bersama.

Dan kini ia lelah sekali. Hatinya sakit. Kakinya lemas. Perutnya pun kelaparan. Ia belum makan sama sekali dari malam karena tak sabar ingin segera bertemu Yunho. Tapi ketika bertemu, bukannya Yunho yang mendapat kejutan, tapi ia sendiri.

Ingin sekali ia kembali ke jalan tadi dan menemui Yunho. Kalau Changmin masih ada disana. Ia mungkin bisa sekalian menghancurkan laki-laki bodoh itu. Tapi ia lupa bagaimana cara kembali kesana. Gang-gang sempit yang ia lewati terlalu banyak. Kini ia sendiri bingung bagaimana cara mencari jalan keluar dari sini.

Lalu ponsel di tangannya berdering. Tapi bukan nada dering yang biasa ia pakai.

“Siapa yang mengganti nada deringku ya?” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri. Ia baru akan menjawab telepon itu namun diurungkan niatnya begitu melihat nama Yunho ada di layar ponsel. Dengan sekali sentuh, ia mereject panggilan Yunho.

Tapi ia jadi bingung. Ponselnya sama, tapi kenapa nada deringnya berbeda? Lalu, kenapa nama kakaknya yang tertera bukan ‘Yunho Hyung’ melainkan ‘Yunho’ saja? Padahal wallpapernya sama. Dan ini jelas handphonenya. Lalu dengan rasa penasaran ia membuka kotak pesan di ponselnya.

Seketika ia lemas. Tidak ada satupun pesan yang ada di ponsel itu tertuju untuknya, tapi untuk orang lain. Ia baru sadar kalau sedaritadi, ia masih memegang ponsel Donghae.

Kyuhyun seketika jadi pusing. Ia merasa bersalah pada Donghae yang sudah mengurusnya seharian, membujuknya, mengantarnya ke Cina, bahkan tidak tidur semalaman. Dan sekarang ia ‘mencuri’ ponsel lelaki itu.

Kyuhyun mencoba berjalan lagi. Kepalanya terasa berat. Matahari dengan ganasnya membakar tengkuknya dan membuat kepalanya serasa mau pecah. Ia tak tahan lagi. Matanya mulai berkunang-kunang. Lalu semuanya jadi gelap.

*

images

To Be Continued..

99 thoughts on “Those Perfect Men – Chapter 6

  1. omooo changmin ngapa jahat banget siiiih😦
    kan kasian babykyu😦

    izin baca chap selanjutnya ne ^^

  2. kibum cinta pertamanya siwon??
    omooo kyunnie gimana dong😦

    izin baca chap selanjutnya ne ^^

  3. akhirnya sampe juga di china
    aduhh kasian donghaeku… ngantuk gara gara nemenin kyuhyun… kasian tapi ttp sweett
    kyuhyun kyuhyun saking pengennya ngeliyat yunho ama ngerepotin wonhae.. untung kau imut , dan untung wonhae cinta mati….
    aaaiiigoo kyuhyn kenap tiba tiba marah eoh liyat changminn
    aduhh pake acara kabur lagi… aduhhh aduhhh
    semoga kyuhyun gak kenap kenap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s