Those Perfect Men – Chapter 5

Title : Those Perfect Men

Rate : T

Genre : Romance, Comedy

Cast : Siwon, Kyuhyun, Yunho, Donghae, etc

Warning : BL, OC, typo (s)

Summary : Apa yang terjadi kalau kau punya tetangga yang manis namun punya kakak yang dingin dan luar biasa galak? Lalu ketika kau berjuang untuk mendapatkan hati si tetangga, cassanova paling tampan di kampusmu ternyata mengincaranya juga. Keadaan jadi tambah rumit ketika orang yang pernah jadi cinta pertamamu tapi tak bisa kau dapatkan secara tiba-tiba muncul dan mengatakan rahasianya padamu. Dan Siwon harus memilih antara cinta barunya atau cinta pertamanya.

CHAPTER 5

Kyuhyun sedang tersenyum-senyum sendiri menatap ponsel di tangannya. Ia punya satu foto bersama Choco dan Siwon. Kyuhyun hanya punya satu itu saja, makanya ia menyimpannya baik-baik dan selalu memandangnya. Ia belum berani menggunakannya sebagai wallpaper, ia tidak mau Siwon melihatnya lalu berpikir yang macam-macam.

Sudah seminggu ia dan Siwon berhubungan dekat. Setiap sore mereka membawa Choco jalan-jalan. Terkadang pulang kampus mereka juga pulang bersama karena baik Donghae maupun Yunho sangat sibuk dengan urusan bisnis orang tuanya.

Kyuhyun merasa amat kehilangan. Ia sudah terbiasa dimajakan oleh siapa saja, tapi kini ia tertelantarkan. Untung saja ada Siwon yang selalu menemaninya.

“Kyu, ada Siwon di depan.” Kata Ny. Cho, menememui putra bungsunya yang tengah menonton tv di ruang tengah.

“Oh, aku akan menemuinya, eomma.” Kata Kyuhyuhn riang. Lalu berjalan cepat bahkan setengah berlari ke ruang tamu.

Sesampainya disana, ia melihat Siwon datang dengan kotak di tangannya. Siwon tampak sangat tampan walaupun ia hanya mengenakan kemeja flannel dengan celana jeans.

“Hyung, ada apa mencariku?” Tanya Kyuhyun.

“Aku membawakan sesuatu untukmu. Kata eommamu, kau suka cokelat. Kebetulan tadi setelah mengantar Jiwon ke rumah temannya, aku lewat di toko kue dan..”

Belum selesai Siwon berbicara, Kyuhyun sudah memeluknya riang. “Huaaaaa… terima kasih hyuuuunnnggggggg….!!!!”

Siwon terpaku di tempatnya, mencoba menenangkan jantungnya yang berdebar kencang. Kyuhyun memeluknya! Oh, tunggu samapi Minho mendengarnya atu Donghae melihatnya. Kata Siwon dalam hati.

“Kau baik sekali hyung. Sungguh, aku sangat senang hari ini. Tadi pagi appa memberikanku sebuah kaset game, lalu tadi eomma memasakkan makanan kesukaanku dan sekarang kau membelikanku kue cokelat. Ah ya, aku lupa, tadi Donghae hyung mengirimkan ice cream super besar dan lezat untukku. Ini pasti hari keberuntunganku.” Kata Kyuhyun setelah melepas pelukannya.

Mendengar nama Donghae, debaran jantung Siwon yang tadinya berpacu cepat berubah jadi mood jelek. Lagi-lagi Donghae selangkah lebih maju. Ia jadi sedih. Lalu diingatnya kejadian seminggu lalu ketika ia dan Kyuhyun ke bioskop. Bukankah ia sudah mencium Kyuhyun? Hoho, ia yakin Donghae belum pernah melakukannya.

“Kau kenapa hyung? Kenapa diam saja?” tanya Kyuhyun.

“Aku tidak apa-apa. Hanya mengingat kalau aku ada janji untuk mengajari Minho beberapa hal tentang perusahaan.” Lagi-lagi Siwon berbohong.
Kyuhyun mengangguk.

Siwon memandang bibir Kyuhyun yang menggoda iman itu. Benarkah hanya ia yang pernah merasakannya? Maksudnya Donghae tidak pernah mencicipinya juga kan? Ingin sekali ia menanyakannya, tapi ia takut Kyuhyun tersinggung.

Kyuhyun terlihat menyantap kue cokelatnya dengan nikmat. Cokelat-cokelat meleleh turun dari mulutnya dan mengotori sudut bibirnya. Ingin sekali ia melumatnya lagi, merasakan manisnya. Tapi entah mengapa ia teringat Donghae.

Tidak, tidak mungkin. Kyuhyun bukan tipe orang sembarangan yang memberikan bibirnya kepada siapa saja yang memintanya. Waktu itu saja Siwon mencuri ciuman Kyuhyun, bukan meminta baik-baik lalu Kyuhyun memberikannya kan? Siwon tak tahan lagi, ia penasaran.

“Kyu.. “ panggil Siwon ragu-ragu.

Kyuhyun menoleh. “Ada apa hyung?”

“Bolehkah aku bertanya sesuatu?” Tanya Siwon hati-hati.

“Tentu saja, hyung. Apa yang mau kau tanyakan?”

Siwon menghela nafas untuk menguatkan dirinya lalu memberanikan diri bertanya.”Apakah Donghae pernah menciummu?”

Kyuhyun lalu tertawa. “Tentu saja, hyung. Donghae hyung pernah melakukannya juga, sama denganmu, mencuri ciuman dariku. Tunggu saja sampai aku melaporkan kalian pada Yunho hyung.”

*

Donghae mendapat tugas menjemput Kyuhyun dari Yunho hari ini. Maka dengan semangat 45 ia menunggu Kyuhyun selesai kuliah di depan kelasnya. Begitu dilihatnya Kyuhyun keluar dari kelasnya, ia lalu melambaikan tangannya yang langsung disambut Kyuhyun dengan ceria.

“Hyung, sudah lama? Mana Yunho hyung?” Tanya Kyuhyun.

“Ani, aku baru disini sekitar sepuluh menit. Yunho sedang ada pekerjaan, ia berangkat ke Cina tadi pagi. Ia aka nada disana selama dua sampai tiga hari. Maka sesuai permintaannya, aku akan menjemputmu, mengantarmu mencari keperluan kuliahmu, makan siang, lalu pulang ke rumah. Selama ia tidak ada.” Kata Donghae menjelaskan.

Wajah Kyuhyun yang tadinya ceria berubah murung.

“Aigoo, kenapa kau jadi sedih Kyu? Jangan khawatir, ia harus pergi mendadak karena appamu harus menyelesaikan pekerjaannya disini.” Bujuk Donghae.

“Aku benci Yunho hyung…! Akhir-akhir ini ia lebih mementingkan pekerjaannya daripada aku. Aku benci sekali. Aku benci ditinggal. Aku benci sendirian. Aku benciiiiii…!!!!!” jerit Kyuhyun tanpa peduli orang-orang yang lalu lalang menatapnya heran.

“Hei, jangan sedih Kyu. Ada aku disini. Aku akan menemanimu. Sudahlah, jangan bersedih lagi.” Kata Donghae masih terus membujuk Kyuhyun.

“Tapi aku mau Yunho hyung.” kata Kyuhyun lirih.

Donghae tidak kehabisan akal. Ia segera mengeluarkan ponselnya dan menelepon Yunho. Semoga Yunho sedang tidak bertemu client, setidaknya ia harus bicara walaupun sedikit pada Kyuhyun, pikirnya.

Namun sayangnya ponsel Yunho tidak aktif. Donghae melirik Kyuhyun yang masih cemberut disampingnya. ‘Ayolah Donghae, jangan kehabisan akal.’ Pikirnya.

“Kyu, bagaimana kalau kita makan ice cream lalu membeli beberapa kaset game baru? Setelah itu kau boleh kemana saja, aku akan mengantarmu.” Kata Donghae lagi.

Kyuhyun menggeleng. “Tidak hyung. aku tidak mau apa-apa. Aku hanya mau Yunho hyung sekarang! Bahkan pulang saja aku tidak mau. Pokoknya aku mau Yunho hyuuuunnggg…!” Lagi-lagi Kyuhyun menjerit.

Donghae sampai bigung dibuatnya. Kalau Kyuhyun sudah keras kepala seperti ini, ia tidak bisa dibantah. Donghae yang nyaris putus asa tiba-tiba mendapat ide. ‘Ini satu-satunya jalan’. Kata Donghae dalam hati.

“Kyu, sebenarnya Yunho akan pulang nanti malam. Ia cuma mau memberimu kejutan yang mau tidak mau aku bocorkan padamu karena kau begitu keras kepala.” Kata Donghae berbohong.

“Benarkah? Aisshhh.. Yunho hyung itu bagaimana sih. Apa ia tidak tahu kalau aku merindukannya setengah mati? Dasar jahat. Baiklah, ayo kita makan hyung, aku lapar sekali. Setelah itu kita makan ice cream yah? Lalu aku mau beli kaset game, terus.. bla..bla..bla..” Kyuhyun dengan semangat menjelaskan ia mau apa setelah ini. Entah kemana lenyapnya wajah murungnya tadi.

Donghae untuk sementara bisa bernafas lega. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi kalau Kyuhyun sadar jika ia membohonginya. Semoga sebelum saat itu Yunho sudah bisa dihubungi.

*

Namun ketika malam menjelang, Yunho tidak juga pulang. Kyuhyun yang sejak tadi menunggunya mulai cemas. Ia mulai rewel lagi mencari kakaknya dan mengganggu konsentrasi Donghae yang sedang mengerjakan file-file perusahaan appanya di laptop.

“Hyuuunnngg, mana Yunho hyung? Kau bilang ia akan datang, mana? Ponselnya juga masih tidak bisa dihubungi. Bagaimana kalau ada apa-apa dengannya?” kata Kyuhyun. sedaritadi wajah masamnya tak juga berganti senyuman. Bibirnya terus-terusan di-pout-kan. Ingin sekali Donghae mencuri kesempatan lagi seperti saat ia mengantar Kyuhyun pulang waktu itu. tapi ia tahu, ini bukanlah saat yang tepat.

“Hyyyuuuunnggg…!!! Jangan diam saja, jawab aku. Dimana Yunho hyung?” lagi-lagi Kyuhyun merengek.

Donghae sudah kehabisan akal. Ia tidak bisa menghubungi Yunho, sementara ia ditugaskan menjaga Kyuhyun saat ini. Apalagi orang tua Kyuhyun sedang ke pulau Jeju, menyelesaikan pekerjaan mereka, kemungkinan besok sore baru kembali ke Seoul.

Tiba-tiba Siwon datang. Ia heran melihat Donghae masih ada di rumah keluarga Cho padahal hari sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.

“Hae? Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon tak mengerti. Kembali kecemburuan muncul di dadanya.

“Harusnya aku yang bertanya padamu seperti itu. apa yang kau lakukan disini? Tidak sopan bertamu malam-malam.” Balas Donghae ketus.

“Aku hanya mengembalikan kaset game yang Minho pinjam dari Kyuhyun beberapa hari lalu.” Kata Siwon membela diri.

“Kenapa harus kau yang mengembalikannya? Kenapa bukan Minho sendiri? Pasti kau yang mengajukan diri dengan sukarela untuk mengembalikan kaset itu kan?” Tanya Donghae.

“Memangnya kenapa Aku mau ketemu Kyu, tidak salah kan? Ia bukan milikmu, jadi kau tidak berhak melarangku bertemu dengannya.” Kata Siwon membela diri. Ia pikir saat ini tidak ada gunanya menyangkal.

“Salah besar. Selama orang tua Kyuhyun di Jeju dan Yunho ada di Cina, akulah yang bertugas menjaganya. Jadi hati-hati kalau bicara kalau tidak mau kuusir pulang dengan paksa.” Ancam Donghae.

“Mwo? Hanya kau berdua saja dengan Kyu disini? Andwae..! Nanti kalau terjadi apa-apa bagaimana? Aku tidak bisa membiarkanmu semalaman bersama Kyu.” Kata Siwon tegas.

“Ya..! Aku memang playboy, tapi aku menghargai Kyuhyun. kau pikir aku berani menyentuhnya? Kau pikir aku takkan cacat apabila Yunho tahu? Pakai otakmu, bodoh!” Donghae kesal sekali karena Siwon mencurigainya yang bukan-bukan.

Mereka terus saja bertengkar tanpa peduli Kyuhyun ternyata sudah menangis di sofa. Ketika akhirnya Donghae sadar, ia segera berlari memeluk Kyuhyun.

“Sttt.. Kyu, tenanglah. Mengapa kau menangis?” Tanya Donghae lembut. Siwon kesal sekali melihat aksi Donghae yang lebih cepat darinya itu.

“Aku mau Yunho hyung. Aku mau hyungku.” Kata Kyuhyun dalam tangisnya.
Siwon mendekati Donghae dan Kyuhyun. Ia lalu bertanya apa yang terjadi dan Donghae menjelaskan.

“Kyu, bagaimana kalau kubawa Choco kemari? Kau bisa bermain dengannya sementara kita menunggu Yunho datang.” Tawar Siwon.

Kyuhyun menggeleng. “Aku tidak mau apa-apa. Aku hanya mau Yunho hyung.”
Keras kepala sekali, kata Siwon dalam hati.

“Bagaimana kalau kupanggil Minho kemari? Kau bisa main game dengannya sampai Yunho datang.” Lagi-lagi Siwon membujuk Kyuhyun.

Dan lagi-lagi Kyuhyun menggeleng. “Hyunngg, aku mau Yunho hyung. Kalau kalian tidak bisa membuatku bertemu hyungku, aku akan mencarinya sendiri.”
Baik Siwon maupun Donghae terkejut dibuatnya.

“Kyu, jangan main-main. Ini sudah malam. Sebaiknya kau tidur, besok kau ada kelas kan?” kata Siwon coba membujuk Kyuhyun untuk kesekian kalinya.

“Aku tidak peduli. Pokoknya aku akan mencari Yunho hyung. Aku mau menyiapkan barang-barangku dulu.” Kata Kyuhyun masih keras kepala. Ia lalu berlari ke lantai dua tempat kamarnya berada.

“Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan? Aku mencoba menghubungi Yunho tapi ponselnya tidak aktif. Mana Kita tahu Yunho dimana? Kenapa ia tidak langsung pulang ke rumah?” Tanya Siwon. Ia jadi ikut cemas.

Donghae menghela nafas panjang. “Sebenarnya, Yunho masih ada di Cina. Tadi aku sudah bilang pada Kyu, tapi setelah itu dia malah sedih dan menolak makan siang. Aku tidak punya cara lain selain berbohong.”

“Mwo? Jadi, Yunho masih ada di Cina? Ya! Donghae, bagaimana kalau Kyuhyun yahu yang sebenarnya?” Siwon tidak bisa memihak siapapun kini. Disisi lain, ia pikir Donghae ada benarnya. Namun di lain pihak, ia rasa Kyuhyun tidak pantas dibohongi seperti itu.

“Jadi Yunho hyung masih ada di Cina? Jadi kau berbohong padaku hyung?” tiba-tiba Kyuhyun sudah ada di belakang Donghae. Airmatanya lebih deras lagi sekarang.

‘Sial!’ pikir Donghae. Ia lalu berbalik dan memasang senyum termanisnya pada Kyuhyun. “Kyu, aku tidak punya pilihan lain. Kalau kau tidak mau makan, kau akan jatuh sakit. Tentunya Yunho akan sedih kan? Kau mau membuat Yunho sedih?”

“Tentu tidak hyung. Tapi kau harus membayar perbuatanmu, karena berani berbohong padaku.” Kata Kyuhyun tegas.

“Arasso, terserah kau mau melakukan apa, aku akan menerima hukumannya. Kalau kau suruh aku menampar pipiku sendiri, aku akan melakukannya. Apapun yang kau inginkan, tapi setelah itu maafkan aku, ne?” kata Donghae pasrah.

“Benarkah kau mau melakukan apapun yang aku minta?” Tanya Kyuhyun. ia sudah berhenti menangis kini.

“Apapun, asal kau senang dan memaafkanku.” Kata Donghae mantap.

“Janji?”

“Janji.”

“Baiklah. Aku akan memaafkanmu. Tapi kau harus mengantarku ke Cina sekarang.” Kata Kyuhyun. Matanya berkilat-kilat nakal.

“MWO?” Siwon dan Donghae bertukar pandangan horror.

“Kyu, ini sudah jam berapa? Besok saja ya? Pasti besok Yunho sudah bisa dihubungi.” Bujuk Donghae.

“Tidak. Kau sudah janji padaku hyung. Aku tidak mau dengar alasan lagi.” Kata Kyuhyun. lagi-lagi keras kepalanya kumat.

“Hae benar, Kyu. Lebih baik kau istirahat sekarang. Besok pagi aku akan mengantarmu ke Cina. Aku janji.” Kali ini Siwon yang bicara.

“Kau juga melibatkan dirimu, hyung? Tapi tak apa, semakin banyak orang maka perjalanan semakin seru kan? Kau boleh ikut. Sayangnya aku tidak mau kalau besok. Aku mau sekarang!” kata Kyuhyun lagi.

“Tapi Kyu..”

“Aku tetap akan pergi walaupun tanpa kalian. Biar saja aku tersesat di Cina. Biar saja aku terlantar dijalanan lalu diculik orang jahat kemudian..”

“Ara.. Ara.. Kami akan menemanimu. Baiklah kita pergi sekarang.” Kata Donghae memotong ancaman Kyuhyun. ia dan Siwon tidak punya pilihan lain saat ini. Karena kalau Kyuhyun sampai berangkat sendiri, bisa-bisa apa yang dikatakannya tadi jadi nyata. Selain itu, kalau Yunho tahu Donghae menelantarkan Kyuhyun, bisa-bisa ia tinggal nama nanti.

“Baiklah, kita berangkat..!!!” seru Kyuhyun dengan wajah berseri-seri tanpa peduli raut wajah Donghae dan Siwon yang suram dan kelelahan menghadapinya.

*

tumblr_m481mqZuEP1rrj4ldo1_500

To Be Continued..

127 thoughts on “Those Perfect Men – Chapter 5

  1. ni Kyu batu banget yaaaa.
    kalau aku jadi Siwon atau Hae, udah di tinggal sendirian aja ini si epil.

    jiaaaa ternyata bukan cuma Siwon yang curi kesempatan, Hae juga.
    hahahahaha.
    Kyu sayang banget ama Hyung nya.
    penasaran perjalanan mereka ke China.

    lanjut eon.
    semangat.
    fighting.

  2. ahaha kyu mmg ajaib… btw kyaknya aq prnah liat baju yg dipakai kyu deh… klo g’ salah ingat changmin jg prnah pke baju itu…

  3. Jiaaaahhh,, ternyata Dongek juga sudah mencuri ciuman dari Kyi juga ya,,!! Ckckck sayang sekali wonnie,,😀
    Aigooo kyu keras kepala sekali sih,, bener2 sikap yang sangat menyebalkan,, membuat orang sakit kepala,, tapi biarin kayak gitu,, tetep aja mereka akan menuruti keinginan Kyukyu,, apapun itu.

  4. “Tentu saja, hyung. Donghae hyung pernah melakukannya juga, sama denganmu, mencuri ciuman dariku. Tunggu saja sampai aku melaporkan kalian pada Yunho hyung.” LOL!
    Ni bocah parah😀
    Dan enak sih jadi baby yg keras kepala tapi apa maunya tetap dikabulin, saking pengennya ketemu yunho, ke China dijabanin -__-

  5. Jiah… trnyata Hae juga udh prnh nyuri kesmpatan. Hae 1 langakh lbh maju lagi wkwkwkwk. Yunho bnr2 ngsh kpercyaannya sm Donghae…

    Ckckck susahnya ngadpin si epil… apapun maunya harus dpenuhi. Benar2 pantang di tolak…. hahaha

  6. Aigoo, ada- ada aja c kyuhyun… mintanya maksa banget,, yang sabar ya siwon sama dongekkkk…

  7. Yaa ampunn kyuu oppaa.. kann ada 2 oppa gantengg.. knp masih nyari yunho oppa.. hahahhaa.. kesabaran sangat diperlukan untuk menemani babyukyu.. wkkwkkwk..

  8. hahhh emang dasar si baby kyu,, keras kepalanya kebangetan dan gak mau jauh dari hyungnya ^^

    izin baca chap selanjutnya me ^^

  9. hahahaha… aduhh kyuieee… selain imut + manis kau sangan keras kepala sekali..
    kasian wonnieku dan donghaeku xD
    walaupu keras kepala , kyunie tetep cute dan lucuuu…
    hahah untung siwon ama donghae mau nemenin coba kalo gak mauuu aduhh gimna nasib kamh nakkk xD
    seru seruu makin seruuu😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s